MI Anak

Lukisan Keren, Tiket Viola ke Jepang

Ahad, 9 April 2017 02:01 WIB Penulis: Ni Putu Trisnanda/M-1

Dok. Pribadi

Di kompetisi itu, Viola bersaing dengan lebih dari 13 ribu karya anakanak dari 45 negara.

PAKAIAN biru putih masih melekat di tubuhnya, tapi Viola Arielle Suliandy buru-buru menghampiri meja belajarnya. Disambut palet, cat air, dan secarik kertas, ia pun mulai hanyut dalam kreasinya. Viola yang akan genap berusia 13 tahun pada 29 Maret ini memang gemar menggambar. Viola sudah mulai menekuni bidang ini sejak berusia 3 tahun. Karena melihat potensi itu, Kak Viola dan mamanya, Ibu Lily Purnamasari, akhirnya memutuskan menyeriusi minatnya.

"Dari umur 3 tahun Viola sudah sangat pandai mewarnai, rapi tidak keluar dari garis. Jadi, Viola dengan mudahnya menyelesaikan buku-buku gambar yang ada," ujar Ibu Lily pada Medi. Disiplin berlatih membuat Viola pada akhir 2016 berhasil meraih KAO Prize pada ajang 7th Contest KAO tentang Lingkungan sehingga diberangkatkan ke Jepang. "Aku juga enggak menyangka bisa menang soalnya karya-karya anak-anak yang lain keren-keren. Tekniknya ada yang lebih rumit," ujar Viola.

Cat air dan spidol

Di kompetisi itu, Viola bersaing dengan lebih dari 13 ribu karya anak-anak dari 45 negara. Bahkan, karya-karya Viola langsung dinilai enam juri asal Jepang yang terdiri atas para seniman, ilustrator, kurator seni, hingga dosen di sekolah seni di Jepang. Salah satunya, Mr Fumikazu Masuda, seorang mantan Profesor di Universitas Tokyo Zokei. Viola saat ini mengasah keterampilannya di Linda Art School, les gambar di kawasan Jakarta Utara. Dari guru gambarnya yang ia sapa Miss Linda, Viola belajar tahapan-tahapan dalam menggambar.

"Pertama aku mencicipi seni melukis dengan krayon untuk melatih kerapian dan tekniktekniknya. Lalu seiring dengan bertambahnya usia, aku dikenalkan dengan teknik pensil warna, spidol, lalu cat air.

Saat sudah SMP, aku baru bisa menentukan teknik mana yang paling disukai dan kemudian dalami. Sekarang aku lebih suka pakai teknik cat air dan spidol," ujar Viola.

Belajar sendiri

Selain Viola, ada Kennard Alvaro Hadinata,8, siswa kelas 3 dari SD Xin Zhong School yang berhasil meraih juara Eco Friend Prize dengan lukisan berjudul Together in Kindness with Nature.

"Aku menggambar semua hewan yang ada, katanya gambarku yang menunjukkan kebahagiaan bagi seluruh hewan dan manusia membuat lukisanku menang," ucap Kenard kepada Medi. Nah, Sobat Medi. Karena Kennard tidak mengikuti les menggambar, sering kali ia membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan gambar-gambarnya. Jika sedang malas atau hilang inspirasi, Kennard akan meninggalkan karyanya sebentar, bermain, lalu kembali menggambar lagi. Terkadang Kennard melihat gambar atau video di internet agar inspirasinya kembali muncul.

Ni Putu Trisnanda, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran/M-1

Komentar