Ekonomi

Pupuk Indonesia Garansi Stok Urea

Jum'at, 17 February 2017 15:18 WIB Penulis: Tjahyo Utomo/RO

ANTARA

PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin pasokan dan distribusi pupuk urea bersubsidi kepada petani yang saat ini menghadapi musim tanam. Untuk menghadapi tingginya permintaan pupuk, Pupuk Indonesia memberlakukan sistem monitoring stok agar lebih mudah mengetahui ketersediaan stok pupuk di seluruh daerah.

“Dari monitoring saat ini tidak ada gudang yang kosong. Stok pupuk urea bersubsidi dalam keadaan aman,” kata Kepala Corporate Communication PT Pupuk Indonesia (Persero) Wijaya Laksana di Jakarta, kemarin.

Disebutkan hingga 14 Februari 2017 ini stok pupuk di lini I (provinsi) hingga III (kecamatan) untuk urea sebesar 971.177 ton, stok NPK sebesar 273.007 ton, stok SP-36 sebesar 93.588 ton, ZA sebesar 138.507 ton dan organik sebesar 51.613 ton.

Tahun ini, berdasarkan Permentan No.69/2016, pupuk bersubsidi tahun anggaran 2017 dialokasikan sebanyak 8,55 juta ton. Rinciannya, pupuk urea sebanyak 3,67 juta ton, pupuk SP-36 sebanyak 800.000 ton, pupuk ZA sebanyak 1 juta ton, pupuk NPK sebanyak 2,18 juta ton, dan pupuk organik sebanyak 895.288 ton.

Wijaya menambahkan untuk dapat memperoleh pupuk bersubsidi petani agar tergabung dengan kelompok tani dan menyusun RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). “Pupuk bersubdisi itu hanya untuk petani yang tergabung dalam kelompok tani dan jumlah petani sudah direkap dengan baik.”, katanya.

Terkait isu kelangkaan pupuk yang beredar di beberapa daerah di antaranya di Kupang, NTT, Wijaya mengatakan yang terjadi di lapangan karenakan banyak petani yang tidak terdaftar di RDKK.

“Akibatnya, pada saat mereka membutuhkan pupuk bersubsidi mereka tidak terlayani karena tidak mendapatkan jatah di kios-kios, padahal stok pupuk tersedia sangat cukup,” ujarnya.

Meski begitu, Wijaya tidak menampik ada kendala yang dihadapi petani di Kupang, NTT. Menurutnya, proses pengajuan penebusan pupuk di tingkat pengecer di Kupang sempat terhalang libur Pilkada, namun sejak Kamis (16/2) sudah lancar dan langsung di distribusikan.

Seperti diberitakan sebelumnya, para petani di persawahan Manikin, Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, mengeluh belum menerima pembagian pupuk bersubsidi. Padahal, mereka sudah membayar harga pupuk sesuai rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) yang diserahkan sejak Desember 2016.(OL-4)

Komentar