Ekonomi

Pembiayaan Investasi Non Anggaran Jadi Alternatif

Jum'at, 17 February 2017 13:35 WIB Penulis: Nur Aivanni

ANTARA

PRESIDEN Jokowi Widodo menegaskan pemerintahannya dalam lima tahun ke depan fokus dalam pembangunan infrastruktur. Untuk itu, ia sangat mendukung adanya terobosan mekanisme pembiayaan investasi non anggaran pemerintah (PINA) yang saat ini melengkapi skema pembiayaan pembangunan infrastruktur.

"Saya sampaikan berkali-kali fokus kita ada di infrastruktur, karena saya juga meyakini infrastruktur ini juga akan menumbuhkan investasi dan juga pemerataan kepada warga kita," terangnya saat memberikan sambutan dalam acara Financial Close Pembiayaan Proyek Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA), di Istana Negara, Jakarta, Jumat (17/2).

Untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, menurut Kepala Negara, saat ini pembiayaan tidak hanya bisa bergantung pada APBN, tetapi perlu menggunakan skema pembiayaan lainnya. "Bisa investasi murni, bisa PPP (Public Private Partnerships) atau KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha) dan bisa dengan skema-skema yang lain," ujarnya.

Ia pun berpesan dalam pembangunan infrastruktur di daerah harus melibatkan kontraktor daerah dan UKM daerah. Dengan begitu, pemerataan ekonomi di daerah bisa dilakukan.

Selain itu, ia juga menekankan bahwa model pembiayaan infrastruktur yang bersumber dari non anggaran pemerintah harus digiatkan. Menurutnya, pemerintah harus berani melakukan terobosan jika tidak ingin tertinggal dengan negara lain yang sudah menggunakan skema pembiayaan pembangunan dari non anggaran pemerintah.

"Kita harus berani melakukan terobosan. Saya berharap model pembiayaan seperti ini ke depannya terus diperluas tidak hanya jalan tol tapi di berbagai sektor lainnya baik pelabuhan, bandara, energi, pembangkit listrik, kilang minyak dan lainnya," tandasnya. (OL-4)

Komentar