Megapolitan

Resmi Pekan Depan, Tarif Dikaji Ulang

Rabu, 6 December 2017 10:19 WIB Penulis: Mal/Cah/Ant/J-4

ANTARA/RIVAN AWAL LINGGA

KERETA rel listrik (KRL) khusus menuju Bandara Soekarno-Hatta akan diresmikan Presiden Joko Widodo pekan depan. Perjalanan dengan rute mulai dari Stasiun Manggarai kemudian BNI City (Sudirman Baru), Duri, Batu Ceper, dan berakhir di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta itu hanya membutuhkan waktu 50 menit.

"Saya tugaskan mulai besok, 1 sampai 2 hari ini ke depan dipakai lebih intensif. Itu supaya minggu depan Pak Presiden bisa meresmikannya dan secara masif digunakan 1 Januari 2018," terang Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi seusai menjajal kereta karya PT Inka itu dalam uji coba, kemarin.

Budi mengaku belum mengantongi tanggal pasti peresmian, tapi ingin memastikan kualitas kenyamanan dan keamanan rangkaian kereta yang khusus melayani rute menuju dan ke bandara internasional itu selama sepekan tahap uji coba ini.

"Saya minta mereka untuk melakukan finalisasi kelayakan trek, slot, dan lainnya. Kita ingin sekali kalau dioperasikan baik semuanya," katanya. Terkait dengan tarif yang sebelumnya diusulkan senilai Rp100 ribu per orang, Budi mengaku hal itu belum final dan akan dievaluasi lebih lanjut.

"Ini tarif KA sedang kita pelajari. Kemarin, Bapak Presiden memang menyatakan mungkin itu (tiket kereta bandara Rp100 ribu) agak terlalu mahal dan kita akan kaji dengan suatu angka lebih bersahabat. Tapi angka itu belum final. Tentunya PT KAI dan BUMN yang akan melakukan," lanjutnya.

Menurut Budi, moda berbasis rel terus dikembangkan untuk mempercepat konektivitas antarsarana transportasi. Dengan begitu, masalah akut kemacetan di Ibu Kota bisa segera terurai.

"Memang KA ini satu bentuk dari layanan baru untuk masyarakat. Tentunya ini merupakan lifestyle baru. Itu supaya satu angkutan yang merupakan angkutan masa depan yang eco friendly, tapi juga kurangi kemacetan, kurangi kepadatan, dan dalam catatan kita 20%-30% penumpang yang ke Bandara Soekarno-Hatta berpindah (dengan menggunakan kereta bandara)," terangnya.

Pada kesempatan sama, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan operasional kereta bandara tinggal menunggu sertifikasi dari Kementerian Perhubungan. Hal itu meliputi sertifikasi kemanan rel, rangkaian kereta, serta fasilitas lain.

"Kan harus ada sertifikasi dari Kemenhub, kan itu masih diproses seperti sertifiksi treknya karena trek baru 12 km itu harus dicek keamanannya dulu. Kedua ini kan kereta listrik (maka perlu diuji) signaling-nya semua, sama keretanya juga. Kita minta secepatnya sama Kemenhub," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama PT Railink Heru Kuswanto mengatakan uji coba selanjutnya akan dilakukan pada kecepatan 70 kilometer per jam. Kemarin, uji coba baru dilakukan pada kecepatan 40 kilometer per jam.

"Sekarang masih pelan-pelan diuji coba, kita mengarah ke 70 kilometer per jam," katanya. Selain itu, pihaknya akan mengatur jadwal KRL agar sesuai dengan mobilitas warga, terutama pada jam-jam sibuk. "Sebenarnya, KA bandara ini tidak ada masalah karena sudah diatur, jadwal sudah matched, kita perlu coba sebelum tanggal main," ujarnya.

Komentar