Humaniora

Untuk Memastikan Narkoba, BNN Masih Periksa Kandungan Obat PCC

Kamis, 14 September 2017 14:13 WIB Penulis: Indriyani Astuti

Ist

DI tengah gencarnya pemerintah dan masyarakat menyatakan perang terhadap narkoba, peristiwa mengejutkan terjadi di Sulawesi Tenggara. Badan Narkotika Nasional (BNN) menemukan sekitar 50 orang terkapar dan harus dirawat di rumah sakit dan satu orang meninggal dunia setelah mengkonsumsi pil bertuliskan PCC.

Peristiwa ini cukup menghebohkan dunia maya dan menjadi perhatian nitizen yang mewanti-wanti warga agar masyarakat lebih waspada terhadap upaya bandar narkoba dalam memasarkan jenis narkoba baru. Modus yang dipakai ialah dengan memberikan pil tersebut secara gratis kepada warga terutama kalangan remaja dan anak-anak yang menurut pengedar mau mengkomsumsinya.

Untuk itu, Balai Laboratorium Narkotika BNN, BNNP dan BNNK sedang berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk memeriksa kandungan obat bertuliskan PCC (paracetamol cafein carisoprodol).

Pemeriksaan itu dilakukan setelah di lapangan ada puluhan orang terpapar penyalahgunaan obat yang bertuliskan PCC yang beredar di Kendari, Sulawesi Tenggara, dan menyebabkan satu orang meninggal dunia dan 42 orang lainnya harus dirawat di beberapa Rumah Sakit di Kendari, kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) BNN Sulistiandriatmoko di Jakarta, Kamis (14/9).

Sementara itu, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga kini merupakan salah satu dari lima rumah sakit umum terbesar di Kota Kendari terbanyak menerima dan menampung korban penyalahgunaan obat terlarang yang menghebohkan warga kota sejak Rabu (13/9).

Data dari BNN Kendari, Kamis, dari sekitar 50 orang anak yang menjadi korban penyalahgunaan obat itu sebanyak 26 orang di antaranya sedang menjalani perwatan di RSJ Provinsi, sedangkan sisanya tersebar di empat rumah sakit lainnya seperti di RSU Bahterams (dua orang), RSU Bhayangkara (empat orang), RSU Kota kendari (lima orang) dan RSU Korem 143 Kendari
(satu orang). (OL-3)

Komentar