Polkam dan HAM

Menlu: Indonesia Segera Kirim Bantuan Untuk Pengungsi Rohingya

Kamis, 7 September 2017 10:27 WIB Penulis: MICOM

AFP

PEMERINTAH Indonesia segera mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di Bangladesh yang hingga saat ini jumlahnya terus bertambah akibat tindak kekerasan dan pembantaian yang dilakukan militer Myanmar. Untuk mencapai perbatasan Myanmar-Bangladesh para pengungsi yang sebagian besar perempuan dan anak-anak melintasi rute sulit guna menghindari pengejaran oleh pihak militer.

"Saya sudah menugaskan dubes kita yang ada di Dhaka untuk menindaklanjuti apa yang diperlukan saat ini oleh para pengungsi," kata Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi di Singapura, Rabu (6/9) malam. Ia menyebutkan sekilas mereka sudah menyampaikan bahwa tenda segala musim sangat diperlukan saat ini, karena tempat pengungsian yang tersedia saat ini sudah tidak mencukupi lagi untuk menampung mereka.

"Sudah ada beberapa kebutuhan yang masuk dan rencananya begitu masuk list permintaan bantuan itu sudah ada, maka sesuai arahan Presiden, kita akan segera upayakan segera mengirimkan bantuan itu karena mereka dalam posisi sangat membutuhkan baik tenda, food, maupun air minum," katanya.

Ketika terjadi tragedi kemanusiaan di Myanmar, Retno menyebutkan dirinya diperintahkan Presiden untuk membantu penanganan masalah itu. "Kita juga ke Bangladesh tujuan utamanya adalah untuk membahas secara langsung mengenai masalah pengungsi dalam konteks apa yang bisa dilakukan Indonesia untuk meringankan beban Pemerintah Bangladesh dalam menampung pengungsi yang dari waktu ke waktu setiap hari datang dari Rakhine State datang ke Bangladesh," katanya.

Dalam pembicaraan dengan pemerintah Bangladesh, ia menyampaikan bahwa dirinya diutus secara khusus oleh Presiden RI untuk membahas masalah pengungsi itu. "Jadi selain dengan pemerintah Bangladesh, saya juga melakukan pertemuan dengan UNHCR dengan IOM yang berada di Bangladesh yang kebetulan saya sudah kenal semua karena tahun lalu saya berada di kamp pengungsi yang ada di perbatasan antara Myanmar dan Bangladesh," ujarnya.

Menurut Menlu Retno, Bangladesh mengapresiasi dukungan Indonesia untuk penanganan masalah pengungsi. Ditambahkan Retno, adanya hubungan bilateral yang baik antara Myanmar dan Bangladesh merupakan keharusan, karena tanpa itu maka isu terkait pengungsi pengelolaan perbatasan dan sebagainya tidak akan dapat dilakukan dengan baik.

"Karena itu kita mencoba bicara dengan kedua negara untuk menjaga huhungan kedua negara terpelihara baik, komunikasi terus dilakukan agar masalah perbatasan dan pengungsi dapat diselesaikan dengan baik," tutur Retno.

Aksi dukungan dan doa dari dalam negeri untuk pengungsi Rohingya terus berkumandang dari Tanah Air. Ratusan siswa dari Perguruan Muhammadiyah menggelar aksi bela Rohingya di halaman SD Muhammadiyah Kota Barat, Solo, Jawa Tengah, Kamis (7/9).

"Hari ini atas nama Perguruan Muhammadiyah Kota Barat dari mulai TK-SMA mengadakan kegiatan doa bersama dan dilanjutkan penggalangan dana untuk krisis kemanusiaan yang ada di Rohingya," kata Kepala Humas Perguruan Muhammadiyah Kota Barat Muhammad Arifin di sela kegiatan yang diikuti oleh 439 siswa tersebut.

Ia mengatakan sebanyak 439 siswa tersebut khusus dari level SD, sedangkan secara total ada 773 siswa yang terlibat dalam kegiatan donasi tersebut. Menurut dia, tujuan dari dilaksanakannya kegiatan tersebut, salah satunya pihak sekolah ingin membangun kesadaran pada anak-anak bahwa kemanusiaan di atas segalanya.

"Sekat kebangsaan tidak ada sehingga ke depan bisa membangkitkan jiwa sosial anak-anak dan seluruh warga sekolah," katanya. Arifin menambahkan hasil donasi yang diperoleh nantinya akan disalurkan melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang selama ini mengambil bagian dari aliansi kemanusiaan.(Ant/OL-3)

Komentar