Nusantara

Nenek 80 Tahun Perkosa Pelajar

Sabtu, 15 July 2017 21:16 WIB Penulis: Dwi Apriani

MI/Dwi Apriani

BELUM hilang pemberitaan tentang nenek Rohaya, 71 tahun, yang menikah dengan Selamet, 16 tahun, kini di Sumatra Selatan kembali dihebohkan dengan adanya laporan polisi (LP) di SPKT Polresta Palembang mengenai nenek yang memperkosa pelajar.

Disebutkan dalam LP yang masuk ke SPKT Polresta Palembang Sabtu (15/7), nenek berinisial JW, 80 tahun, memperkosa pelajar di salah satu sekolah di Palembang berinisial AS, 13 tahun. Beberapa kali JW nekad memaksa AS untuk berhubungan layaknya suami istri.

Karena sang ibu korban, RN, 30 tahun, tidak terima anaknya diperlakukan seperti itu, langsung melapor ke kepolisian. RN mengatakan tidak mengetahui pasti kapan anaknya pertama kali diajak oleh JW untuk berhubungan badan, namun AS mengaku kepadanya terlapor sudah sering berbuat seperti itu.

"Anak saya mengakunya selalu dipaksa oleh terlapor. Kalau pertama kalinya saya tidak tahu, karena anak saya tidak mengingat itu," ujar RN di hadapan petugas piket SPKT Polresta Palembang.

Warga yang tinggal di kawasan Kecamatan IB I Palembang ini mengatakan, aksi tidak senonoh yang dilakukan nenek JW itu terbongkar setelah AS pulang ke rumah dengan kondisi ketakutan karena diancam akan dibunuh oleh terlapor.

"Anak saya pulang ke rumah ketakutan, jadi saya bertanya dengan dia. Awalnya anak saya tidak mau cerita, tapi setelah didesak, dia mengatakan kalau dipaksa oleh terlapor dan akan dibunuh karena tidak mau berhubungan badan," ujarnya.

Ditambahkan AS, terlapor setidaknya sudah sepuluh kali mengajaknya melakukan hubungan suami istri dan setiap kali usai melakukannya, ia selalu diberi uang oleh JW sebesar Rp15 ribu.

"Dia memang sering mengajak saya bermain kerumahnya dan mengasih uang kalau sudah begituan (melakukan hubungan badan). Malam itu saya tidak mau, tapi tetap saja dipaksanya dan diancam akan dibunuh," tuturnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan pihaknya sudah menerima laporan dari korban dan akan segera dilakukan penyelidikan.

"Korban sudah membuat laporan dengan kita dan akan diproses, termasuk melakukan pemeriksaan terhadap saksi yang mengetahui kejadian tersebut," tandasnya.(OL-3)

Komentar