Spirit Sosial Idul Fitri

Penulis: Media Indonesia Pada: Jumat, 15 Jun 2018, 05:00 WIB Editorial MI

IDUL fitri, dalam makna etimologisnya, berarti kembali ke fitrah. Ia, dalam makna teologisnya, serupa keadaan ketika manusia dilahirkan, yakni suci, bersih, tiada dosa, tak ada salah, tanpa cela. Bolehlah kita sebut Idul Fitri sebagai kelahiran kembali manusia.

Dalam makna hakikinya, Idul Fitri menjadi milik orang-orang beriman yang menjalankan puasa dan ibadah Ramadan lainnya. Merekalah sesungguhnya yang kembali ke fitrah, terlahirkan kembali.

Akan tetapi, dalam makna dan perkembangan sosiologisnya, semua orang merayakan Idul Fitri. Semua orang berbahagia menyongsong Lebaran. Lebaran seperti telah menjadi milik bersama. Ada perasaan bersama dalam Lebaran. Lebaran dalam konteks sosiologis telah menjadi semacam civil religion.

Orang, tak peduli agamanya, saling mengucapkan ‘Selamat Idul Fitri.’  Orang, apa pun agamanya, saling memohon maaf lahir batin. Bagus juga bila elite politik yang kemarin-kemarin nyinyir, yang bicaranya mungkin tak etis, turut meminta maaf pula.

Ketika orang saling memaafkan, tiada lagi salah dan dosa di antara mereka. Itu artinya, dalam makna sosialnya, orang-orang yang saling memaafkan, yang saling menyambung silaturahim, juga kembali ke fitrah.

Begitu banyak orang yang merayakan Idul Fitri sampai-sampai negara perlu memfasilitasinya. Mudik merupakan salah satu ritual dalam merayakan Idul Fitri yang difasilitasi negara. Walhasil, ritual Idul Fitri bukan lagi  ritual keagamaan semata, melainkan juga ritual kenegaraan.

Kepala Negara mengucapkan ‘Selamat Idul Fitri’. Para pejabat negara menggelar ‘open house.’ Rakyat rela antre untuk bersalaman dengan pemimpin mereka. Mereka seperti hendak mengucapkan ‘selamat para pemimpin, rakyatnya makmur terjamin.’

Pemimpin agama lain di dalam negeri juga mengucapkan ‘Selamat Idul Fitri.’ Ini merupakan kelanjutkan dari ucapan ‘Selamat menjalankan ibadah puasa’  yang mereka haturkan di awal Ramadan. Pun, ini merupakan kelanjutan dari kebersamaan berbuka puasa yang diselenggarakan di rumah ibadah agama lain.

Para duta besar negara sahabat di dalam negeri juga mengucapkan ‘Selamat Idul Fitri.’ Sebelumnya sejumlah kedutaan besar asing menyelenggarakan berbuka puasa bersama..

Para pemimpin dunia tak mau ketinggalan mengucapkan ‘Eid Mubarak’. Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk pertama kalinya menggelar jamuan berbuka puasa di Gedung Putih. Pemimpin agama dunia, Paus Fransiskus misalnya, seperti biasa juga mengucapkan ‘Selamat Idul Fitri.’

Hari ini, kita berharap para khatib salat Idul Fitri menyampaian kutbah yang menyejukkan. Ini sesuai dengan imbauan Majelis Ulama Indonesia agar para khatib tidak menyinggung politik praktis dalam ceramah Idul Fitri. Itu karena politik praktis hanya memorakmorandakan kebersamaan dan hubungan sosial sesama anak bangsa yang telah coba dirajut selama Ramadan dan Lebaran.

Semua itu menunjukkan kemuliaan spirit sosial Idul Fitri, semangat kebersamaan Lebaran. Terpenting ialah bagaimana kita melestarikan spirit sosial Idul Fitri atau semangat kebersamaan Lebaran itu dalam kehidupan sehari-hari kita.

Selamat Idul Fitri. Mohon maaf lahir batin.

Berita Terkini

Read More

Poling

Tingkat kelulusan calon pegawai negeri sipil dalam tes seleksi kompetensi dasar kurang dari 10% atau sekitar 128.236 yang memenuhi ambang batas. Padahal, jumlah peserta yang diperlukan lolos ke tahap seleksi kompetensi bidang (SKB) adalah tiga kali dari jumlah formasi yang dibuka. Karena itu, pemerintah berencana mengurangi nilai ambang batas dan menurunkan 10 poin nilai untuk tes intelegensia umum. Setujukah Anda dengan rencana pemerintah itu?





Berita Populer

Read More