Memastikan Mudik Aman dan Nyaman

Penulis: Media Indonesia Pada: Rabu, 06 Jun 2018, 05:00 WIB Editorial MI

AKHIR pekan ini, arus mudik diperkirakan sudah dimulai. Mudik bukan hanya soal romantisme silaturahim dan kesakralan perayaan Idul Fitri. Dimulainya mudik berarti dimulai pula ujian paling berat terhadap manajemen transportasi dan lalu lintas kita.

Dari segi jumlah pemudik, tantangan tahun ini pun jelas lebih berat. Kementerian Perhubungan memprediksi pemudik tahun ini mencapai 31,9 juta jiwa, naik dari 28,9 juta jiwa pada tahun lalu.

Angka pemudik itu seumpama hampir seluruh penduduk Jawa Tengah atau lebih dari tiga kali penduduk Jakarta. Mereka keluar kota di waktu hampir bersamaan. Mudik di negara ini mungkin ritual pulang kampung terbesar di dunia setelah mudik Tahun Baru Imlek di Tiongkok.

Oleh karena itu, keberhasilan pelaksanaan mudik juga akan menjadi wajah kemajuan negara di mata dunia. Sebaliknya, kelemahan manajemen mudik akan menjadi coreng yang sulit dihapus.

Tidak hanya dari segi angka pemudik, tantangan keamanan mudik juga bertambah karena ancaman terorisme. Ini bukan isapan jempol karena, sebagaimana disampaikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, terdapat ideologi di kelompok teroris untuk melakukan amaliah pada Ramadan. Ini tentunya bukan beramal terpuji, melainkan melakukan aksi teror.

Ideologi itu pula yang terlihat pada peristiwa bom Bali I yang terjadi di bulan puasa. Lalu bom Bali II terjadi jelang Ramadan. Pengeboman tiga gereja di Surabaya pada bulan lalu juga sinyal masih dipegangnya ideologi tersebut.

Untuk mengantisipasi hal itu, Kapolri mengatakan pihaknya serta TNI telah bekerja mendeteksi dan menekan sel-sel teroris di seluruh Indonesia. Hasilnya sejauh ini sudah ada 96 tersangka teroris ditangkap di seluruh wilayah Indonesia. Sebanyak 14 di antara mereka tertembak mati karena melawan petugas pada saat penangkapan. Penangkapan di Universitas Riau menjadi salah satu bukti kerja keras terhadap pengejaran kelompok teroris.

Kerja baik ini tentu harus terus dilanjutkan. Terlebih momen Lebaran tahun ini bersamaan dengan momentum besar seperti pembukaan Piala Dunia, Asian Games, dan pilkada. Pembukaan Piala Dunia bahkan jatuh bersamaan dengan malam takbiran sehingga dapat diperkirakan peningkatan keramaian di jalan hingga di tempat hiburan.

Tidak hanya keamanan dari ancaman terorisme, keamanan dan kelancaran di ruas-ruas jalur mudik tentunya tetap jadi perhatian utama. Dari sisi ruas tol, kini tinggal dua titik dari 760 km ruas tol Jakarta-Surabaya yang belum tersambung. Salah satu titik itu ialah tol Kali Kutho Kendal yang berada di proyek pembangunan tol Batang-Semarang. Pengerjaannya terus dikebut dan ditargetkan bisa digunakan pada H-2 Lebaran.

Penyelesaian ruas Tol Trans-Jawa itu merupakan bukti komitmen pemerintah memperlancar arus transportasi, dan termasuk pula kenyamanan di momen mudik. Tidak hanya itu, belajar dari 'neraka Brexit' di 2016, pemerintah tidak hanya menyiapkan ruas jalan, tetapi juga berbagai sarana pendukung termasuk kantong-kantong tempat istirahat hingga mobil-mobil pendistribusi BBM.

Namun, di samping upaya pemerintah, kenyamanan mudik sesungguhnya hasil dari perilaku pengguna jalan sendiri. Itu berlaku mulai dari memilih jalur mudik yang tepat.

Tol Trans-Jawa di jalur pantura harus tetap disadari bukan jaminan untuk kelancaran mudik. Masih ada jalur tengah dan selatan yang bisa menjadi jalur alternatif mudik. Kedua jalur itu tidak hanya memiliki kualitas jalan yang terus diperbaiki, tetapi juga mempunyai banyak daya tarik wisata.

Pada akhirnya keberhasilan mudik bukan hanya tugas pemerintah, melainkan juga para pemudik itu sendiri. Mari kita sama-sama menciptakan mudik yang aman dan nyaman.

 

Berita Terkini

Read More

Poling

TEKA-teki kontestan Pilpres 2019 terkuak sudah. Joko Widodo akhirnya memilih Ketua Umum MUI Ma'ruf Amin sebagai cawapres sedangkan Prabowo Subianto berpasangan dengan Sandiaga Uno. Mereka saat ini tengah melengkapi persyaratan dan akan mendatangi KPU pada Jumat (10/8) di batas akhir pendaftaran Capres/Cawapres 2019. Dari dua pasangan itu, siapa pilihan Anda?





Berita Populer

Read More