Editorial

Kembali Bersatu dalam Keberagaman

Kamis, 20 April 2017 05:02 WIB

TAHAPAN terpenting dalam prosesi panjang Pilkada DKI Jakarta 2017 berakhir yang ditandai dengan pemungutan suara putaran kedua, kemarin. Meski belum resmi, pemenang kontestasi sudah diketahui. Namun, yang terpenting, inilah saatnya rakyat Jakarta bersatu kembali. Mustahil disangkal, pilkada DKI Jakarta ialah pilkada paling melelahkan. Tak cuma dari sisi durasi yang mencapai tujuh bulan semenjak masa pendaftaran pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, pilkada DKI tahun ini juga teramat menyedot emosi.

Perbedaan pandangan begitu tajam. Kontestasi juga berlangsung dalam tensi tinggi. Rivalitas seakan tanpa batas, sampai-sampai rakyat terbelah oleh fanatisme berlebih terhadap calon masing-masing. Bahkan, energi bangsa ikut tersedot lantaran pilkada DKI yang sejatinya pesta demokrasi tingkat lokal kental dengan rasa nasional. Oleh karena itu, kita patut berlega hati bahwa pilkada DKI Jakarta segera usai.

Kita juga patut bersyukur lantaran segala kekhawatiran akan meletupnya kekisruhan di puncak perhelatan, kemarin, tak menjadi kenyataan. Kepada seluruh aparat yang tanpa kenal lelah untuk memastikan kelancaran dan keamanan, kita menghaturkan terima kasih. Dengan usainya pemungutan suara, pasangan calon serta tim sukses tinggal menunggu hasil kerja keras mereka berbulan-bulan untuk menggaet dukungan warga.

Betul bahwa jika tidak ada sengketa, pemenang secara resmi baru akan diumumkan KPU DKI Jakarta pada 6 Mei mendatang setelah dilakukan rekapitulasi suara pada 20 April-1 Mei 2017. Namun, jika menilik hasil hitung cepat, kontestasi pilkada DKI kali ini telah dimenangi Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Uno. Seluruh lembaga survei yang menggelar quick count menempatkan pasangan nomor urut 3 itu mengungguli petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Tak salah jika kita mengatakan bahwa Jakarta bakal memiliki gubernur baru. Tak berlebihan pula jika kita mengucapkan selamat kepada Anies dan Sandi. Siapa pun pemenangnya, rakyat Jakarta telah menentukan pilihan. Siapa pun pemenangnya, ia harus menjadi pemimpin seluruh rakyat Jakarta lima tahun ke depan, bukan semata pemimpin mereka yang memilihnya. Ia wajib merangkul semua pihak karena hanya dengan kekompakan seluruh rakyat, Jakarta akan menjadi lebih baik.

Kita angkat topi untuk Anies-Sandi yang akan segera sowan ke Basuki-Djarot. Itulah wujud nyata dari prinsip mulia bahwa sebagai pihak yang berjaya, mereka tidak jemawa. Kita juga mengapresiasi kubu Basuki-Djarot yang tak perlu menunggu waktu lama untuk mengucapkan selamat kepada Anies-Sandi. Itulah wujud nyata dari prinsip bahwa sebagai pihak yang kalah, mereka berjiwa kesatria.

Mereka telah memberikan teladan bahwa persaudaraan sesama anak bangsa jauh lebih berharga ketimbang sekadar pilkada. Itulah tradisi politik yang harus terus dibiakkan para elite sehingga demokrasi kita akan semakin baik dan berkualitas. Pilkada DKI Jakarta sudah usai dan inilah saatnya persaudaraan yang sempat terkoyak dirajut kembali. Rakyat Jakarta harus kembali merekat setelah berbulan-bulan tersekat.

Rakyat Jakarta harus kembali bersatu setelah sekian lama terbelah dalam kubu per kubu. Polemik dan konflik, perseteruan dan pertikaian ialah masa lalu. Sebaliknya, kebersamaan dalam keberagaman ialah masa depan. Jakarta segera memiliki pemimpin baru. Di pundak Anies-Sandi, nasib Ibu Kota lima tahun ke depan disandarkan. Mereka harus bisa membawa Jakarta menjadi lebih baik ketimbang Basuki-Djarot yang sudah sangat baik.

Komentar